Mengenal Informed Consent Menurut Kepentingan Penggunaan Bersama SehatQ

  • Whatsapp
Mengenal-Informed-Consent-Menurut-Kepentingan-Penggunaan-Bersama-SehatQ
Foto dari Canva Pro

Info SehatQ kali ini akan membahas mengenai informed consent, yaitu penyampaian informasi terkait tindakan medik kepada pasien oleh dokter maupun tenaga medis lainnya. Penjelasan mengenai langkah-langkah, manfaat, dan risiko harus dilakukan oleh dokter maupun tenaga medis sehingga pasien mengerti apa yang akan dijalaninya.

Kemudian pasien berhak memutuskan akan menerima tindakan medik yang direkomendasikan tersebut atau tidak. Biasanya pasien diharuskan menandatangani surat pernyataan apabila bersedia melakukan suatu tindakan medik. Hal ini bertujuan untuk melindungi pasien juga tenaga medik dari konsekuensi hukum yang mungkin terjadi.

Read More

7 Jenis Informed Consent

Dalam dunia kedokteran sendiri ada bermacam jenis informed consent didasarkan dari kepentingan penggunaannya. SehatQ merangkum 7 jenis informed consent yang perlu Anda ketahui, sebagai berikut:

1. Prosedural Medis

Jenis informed consent ini diberikan kala pasien hendak melakukan tindakan medik. Sebagai sebuah persetujuan akan tindakan dokter dan berupa sebuah dokumen vital yang ditandatangani kedua belah pihak. Contohnya, tindakan operasi penyakit jantung maupun organ dalam lainnya.

2. Praktik Klinis

Merupakan lembar persetujuan untuk mempergunakan informasi pasien untuk kepentingan tertentu, misalnya penelitian atau sebagai rekam medis.

3. Penelitian Ilmiah

Merupakan sebuah persetujuan di mana seseorang (pasien) bersedia menjadi subjek penelitian. Biasanya digunakan untuk pengujian vaksin atau obat baru dari sebuah perusahaan farmasi atau bioteknologi. Persetujuan ini harus dilakukan dengan membuat dokumen vital yang ditandatangani kedua belah pihak.

4. Perwakilan

Dalam keadaan tertentu informed consent tidak selalu harus ditandatangani oleh pasien. Keluarga atau wali bisa menggantikan pasien untuk memberikan persetujuan, karena memiliki otoritas/legalitas untuk melakukannya.

5. Anak

Merupakan informed consent yang ditandatangani oleh orangtua/wali seorang anak yang belum berusia 18 tahun dan belum menikah sebagai perwakilan untuk persetujuan dilakukannya sebuah tindakan medik. Apabila seorang anak belum berusia 18 tahun, tapi sudah menikah maka dianggap telah dewasa dan harus menandatangani informed consent sendiri.

Meski orangtua/wali bisa menggantikan anak menandatangani surat persetujuan, tapi anak juga tetap memiliki hak untuk menolak atau menyetujui sebuah tindakan medik.

Sebaiknya, anak juga tetap mendapatkan penjelasan mengenai situasi yang tengah dihadapinya sehingga mengetahui apa manfaat dan risiko yang mungkin didapat. Tugas dokter, orangtua, atau keluarga untuk memberikan penjelasan sebaik mungkin mengenai hal tersebut.

6. Penderita Gangguan Mental

informed consent jenis ini khusus diberikan bagi mereka yang mengalami gangguan mental. Persetujuan bisa diberikan oleh pasien sendiri maupun diwakilkan pada keluarga atau psikiatri. Sebab tidak semua pasien gangguan mental tidak kompeten untuk memberikan persetujuan mengenai pengobatan yang dijalaninya.

Pasien yang dirawat dengan kondisi penyakit mental juga memiliki hak dan kompetensi yang sama untuk membuat keputusan tindakan medik, sama seperti pasien lainnya. Namun, apabila pasien dalam kondisi gangguan mental parah, maka perlu diwakilkan.

7. Pasien Koma

Informed consent ini diperuntukkan bagi pasien yang tidak sadarkan diri, misalnya mengalami koma atau disedasi. Persetujuan bisa ditandatangani oleh orang yang bertanggung jawab akan pasien tersebut, bisa keluarga atau wali.

Namun, dalam keadaan tertentu atau kegawatdaruratan, dokter atau tenaga medik dapat mengambil keputusan untuk melakukan tindakan terhadap pasien yang mengalami koma, asalkan dengan tujuan menyelamatkan pasien tersebut.

Perlakukan tindakan medis terhadap pasien tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Semua harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Sebab akan ada konsekuensi hukum apabila sebuah tindakan dilakukan tanpa persetujuan pasien atau walinya. Ingin tahu lebih banyak mengenai dunia kesehatan, tindakan medik, atau pengobatan? Anda bisa mengunjungi website SehatQ yang memberikan informasi terbaru seputar dunia kesehatan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *